RAMADAN @ABU DHABI PART 2 – SUBHANALLAH… INDAHNYA GRAND MOSQUE!

September 27, 2009

Sholat Eid-Al-Fitr kali ini, saya sholat di Grand Mosque, Abu Dhabi. Nama lengkapnya Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan Mosque, tapi dipanggil Grand Mosque aja.. cukup!

Grand Mosque Abu Dhabi (untuk sementara ini) merupakan masjid terbesar di UAE dan ke-6 terbesar sedunia. Nggak tahu juga sejak kapan dibangun (kata orang-orang sih sudah dalam proses pembangunan sejak 5 tahun yang lalu) tapi yang jelas mulai diresmikan dan dibuka untuk publik sejak tahun 2007 (http://en.wikipedia.org/wiki/Sheikh_Zayed_Mosque#cite_note-1 ). Sejak dibuka itu juga saya sudah kepingin sholat disana, tapi rencana-rencana tanpa realisasi… akhirnya berangkat juga hari minggu pagi untuk sholat Eid… sendirian.

Masuk halaman masjid, sudah terlihat antrian mobil-mobil untuk parkir atau drop off. Di halaman depan, terlihat tentara UAE berjaga-jaga lengkap dengan senjatanya. Matanya sibuk memperhatikan tiap pengunjung yang datang. Oops, garang amat! Saya berjalan cepat. Hati ini deg-degan juga, soalnya dilihat dari jauh kok cuma para pria yang memasuki gerbang depan. Terus wanitanya bagian mana nih? Untungnya, saya melihat 3 orang wanita Arab berombongan. Saya mempercepat langkah, membarengi langkah mereka. Sambil melepas senyum, saya ucapkan salam. Alhamdulillah.. ada barengannya juga.
Tiap pengunjung yang datang terlihat antri, saya pikir mungkin didalam ditata shof-shofnya. Saya ikuti para wanita-wanita Arab itu berjalan, melewati antrian para pria, kemudian melewati…. Security check! Oalaaah… baru kali ini saya mau sholat Ied harus diperiksa dulu, serasa di bandara. Bapak-bapak petugas menyetop saya untuk menaruh tas mukena di x-ray machines. Ya Allah Bapaaak, saya ini jamaah sholat, bukan teroris! Tapi maklum juga sih, pak presiden UAE bersama para sheikh dan sheikha bakal sholat juga disini.

Setelah sukses melewati security, aku jalan cepat memasuki masjid. Begitu memasuki pintu gerbang… Subhanallah! Cantiknyaaa…. Ukiran-ukiran di dinding dan langit-langit masjid begitu indah dan intricate … khas desain ala Arabia. Di dalam, orang-orang berjalan lalu-lalang, mengagumi keindahan masjid. Ada juga yang berfoto-foto ria. Berhubung wanita-wanita Arab sudah jauh di depan, aku mempercepat langkah melalui koridor yang panjang. Akhirnya sampai juga di tempat sholat khusus wanita. Beberapa orang bersama anak-anak duduk di teras depan, menunggu waktu sholat. Aku bergegas menuju pintu masuk, takut nggak dapat tempat. Ada dua penjaga di pintu depan, yang langsung menyilangkan tangannya.. tidak memperbolehkan aku masuk. Loh? “Please wear abaya. Its available there,” kata sang penjaga sambil menunjuk ke arah tumpukan abaya (jubah hitam khas wanita arab). Aku kaget juga, “I have to wear abaya? I have my mukena with me. Can I wear that instead?” tanyaku. Sumpah, aku nggak tahu bahasa Inggrisnya mukena.. hahaha. Wanita penjaga yang satunya langsung menyahut, “She has mukena, its ok. Pakai disini dulu aja mbak, baru bisa masuk kedalam,” oooo.. ternyata Indonesia juga toh! Alhamdulillaaah… “Ma kasih ya mbaak,” kataku lega. Sambil mengeluarkan mukena dari dalam tas. Beberapa wanita Arab yang duduk di teras memandangku heran. Belum pernah lihat orang pakai mukena ya, Bu? Hehehe. Akhirnya… sampai juga di dalam masjid!

Ternyata…. Di dalam kosoong! Ruangan sebesar itu hanya diisi kira-kira 3 shof, itupun duduknya jarang-jarang. Ada 2 orang wanita menggunakan mukena duduk didalam, kepingin sih duduk dekat mereka tapi kiri-kanan nya sudah diisi orang lain. Ya sudah, Cuma saling melempar pandang dan bertukar senyum. Aku taruh barang-barang, lalu sholat Tahiyatul Masjid.
½ jam kemudian, takbiran berhenti. Semua orang berdiri, mulai mengatur posisi. Terdengar suara Imam, dan aku masih tolah-toleh. Loh.. loh.. kok sudah takbir ke-3? Kok nggak dikasih waktu barang sejenak untuk atur posisi dan shof toh, paak? Bukannya kita harus berdiri berdekatan, kalau mungkin tidak ada jarak sama sekali dengan samping kiri dan kanan?
Anyway, sholat sudah dimulai. Surat yang dibaca pun surat pendek. Lima menit kemudian, sholat selesai. Ceramah dimulai, dengan bahasa Arab. Walaupun asli nggak ngerti, aku berusaha duduk diam. Mendengarkan. Kulihat kanan-kiri, ada yang ngobrol.. kebanyakan sibuk dengan HP. Oalaah… benar-benar sudah termakan modernisasi!

15 menit kemudian, ceramah selesai. Para jamaah berbondong-bondong keluar. Tidak ada salam-salaman, nothing. Jangankan Minal Aidzin atau lahir bathin, kata-kata “Eid Mubarak” (selamat merayakan Eid) pun tak sempat terucap. Aku bengong. Miris. Sedih. Aku hampiri kedua wanita ber-mukena, mengucapkan minal aidzin wal faidzin dan bersalaman. Ternyata mereka dari Malaysia. Tetep aja, senang juga ketemu teman serumpun.
Selesai sholat, ternyata banyak juga yang datang terlambat. Sebagian langsung sholat Tahiyatul Masjid, sebagian Cuma berfoto-foto, lalu keluar lagi.

Aku baru ngerti, kenapa (mungkin) orang-orang Indonesia lebih suka sholat di Kedutaan-Abu Dhabi atau di Konsulat-Dubai. Denger-denger dari teman di Dubai sholat di konsulat rame sekali, ternyata banyak juga orang Indonesia di UAE. Ternyata bukan masalah tempatnya, tapi masalah indahnya kebersamaan… indahnya salam-salaman… indahnya mengucap Minal Aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir batin. Serasa batin ini ringan & bahagia… kembali ke fitrah.

Apa salam-salaman dan takbiran cuma masalah kebudayaan? Entah juga. Tapi itu sunnah Rasulullah loh!

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah dari Grand Mosque, hati ini rasanya kosong. Telepon ke Indonesia raya network error melulu , dari no telp rumah, sampai HP-HP dihubungi semua tetep nggak tembus. Pada sibuk telpon-telponan mengucap lahir batin pastinya ya? Beda banget sama suasana disini yang sepi. Its just like any other holiday. Mungkin dirumah orang-orang Arab suasananya lebih ramai. Entah juga.

Dalam hati aku bertekad, Lebaran tahun depan… pulang aaaahhh!! Rindu sholat Eid di Masjid kecil nan asri deket rumah, sekelilingnya masih sawah… tapi paling enggak… hati ini adem. Walaupun masjid kecil, paling enggak penuh waktu sholat Eid. Paling enggak, sempet salam-salaman ke semua orang yang disambut senyum ramah. Paling enggak, pulang ke rumah hati ini nyaman dan bahagia…

Betapa indah ber-lebaran di Indonesia. Percayalah.

Allahu akbar.. Allahu akbar… Allahu akbar, walillah-ilham.

– Wuri

Advertisements

2 Responses to “RAMADAN @ABU DHABI PART 2 – SUBHANALLAH… INDAHNYA GRAND MOSQUE!”

  1. eemoo said

    akhi beruntung ya dah pernah kesana, saya cuma bisa lihat gambarnya…
    http://www.majestad.wordpress.com –> masjid2 didunia

  2. rani said

    Asiiik banget baca ceritanya, meskipun udh lama hhihih. Thx ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: